PENCIPTAAN MANUSIA

dagingAsal Kejadian ManusiaSudah tidak dapat dipungkiri bahwa asal penciptaan manusia adalah dari tanah, baik secara langsung seperti penciptaan Nabi Adam atau melalui proses penciptaan secara ilmiah seperti anak cucu Adam. Firman Allah :
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari saripati tanah”.
(QS. Al Mu’minun: 12)
Baca lebih lanjut

ASAL USUL MANUSIA/MA’RIFATUL INSAN

marifatul-insanA. Pendahuluan.

Manusia mampu memikirkan alam raya ini, dari mikrobiologi hingga yang sifatnya makro, semisal benda-benda angkasa. Namun semuanya belum mampu terpecahkan oleh manusia. Sehingga rahasia alam dapat disingkap manusia untuk memenuhi keperluan hidupnya di dunia ini. Prestasi ini dapat kita lihat dalam berbagai jurnal ilmiyah atau tayangan discovery di televise. Sungguh suatu penemuan yang menakjubkan dan mengagumkan. Miskipun ia sanggup menyingkap berbagai rahasia alam yang begitu mengagumkan, namun sesungguhnya manusia belum mampu menguak misteri terbesar bagi dirinya yakni mengenal dirinya sendiri. Baca lebih lanjut

Dialog Allah dengan Iblis tentang Asal Muasal Manusia

evolusi32Bila pada bulan Ramadan ini, ada di antara kita yang wafat, tentunya kita baru menyadari bahwa “semuanya kembali ke tanah”. Selama ini, boleh jadi, kita kurang perhatian terhadap eksistensi tanah. Kalaupun ada perhatian, itu sebatas ketika kita mencari tanah untuk lahan rumah tinggal, tanah untuk keperluan menanam pepohonan atau tanah untuk pengurukan.

Ketahuilah, tanah sebenarnya merupakan “bahan baku dalam penciptaan manusia, baik manusia pertama maupun seluruh manusia termasuk para pembaca yang budiman, yang ada di permukaan bumi ini yang hidup sampai akhir zaman. Baca lebih lanjut

Restrukturisasi Politik Dalam Pemilu 2009

Oleh Abdy Yuhana

pemilu-2009

pemilu-2009

Pada dimensi ketatanegaraan mekanisme pengisian jabatan yang dalam tafsir lain lazim dipakai istilah seperti sirkulasi elite, restrukturisasi politik, atau peralihan pemerintahan dapat dilakukan melalui berbagai pilihan, biasanya bergantung pada corak dan sistem pemerintahan yang dianut. Pemilihan umum merupakan cara pengisian jabatan, peralihan pemerintahan atau sirkulasi elite yang damai dan aman dengan melibatkan partisipasi politik rakyat secara aktif dan hal itu merupakan salah satu ciri negara demokrasi. Pemilihan umum dalam konteks demokrasi merupakan sarana dalam mewujudkan kedaulatan rakyat dan pengakuan akan hak-hak warga negara. Baca lebih lanjut

Qona’ah Sikap yang harus dimiliki para istri

Sikap qana’ah atau menerima apa adanya (nrimo) pada masalah kebendaan (duniawi) dalam kehidupan suami istri sangat dibutuhkan.Terutama bagi seorang istri tanpa adanya sifat qana’ah maka bisa dibayangkan bagaimana susahnya seorang suami.Setiap tiba dirumah maka yang terdengar adalah keluhan-keluhan, belum punya ini belum punya itu, ingin beli perhiasan, pakaian baru, sepatu baru, jilbab baru,perkakas rumah tangga, furniture, dan lain-lainnya.
Alhamdulillah bila sang suami memiliki banyak harta apabila tidak maka yang terjadi adalah pertengkaran dan perselisihan melihat kedudukan suami dengan sebelah mata karena gaji yang kecil .Terkadang keluar keluhan bila si Fulan bisa mendapatkan pekerjaan dengan gaji besar mengapa engkau tidak???sehingga impian membina rumah tangga yang sakinah, mawaddah warrahmah semakin jauh.Hati menjadi resah dan gundah lalu hilanglah rasa syukur, baik kepada suami maupun kepada Allah.Bila hal ini sudah menimpa pada seorang istri maka waspadalah ya ukhti,….sesungguhnya engkau telah membebani suamimu diluar kemampuannya. Baca lebih lanjut

Dawuh Kyai

Lidah adalah salah satu kenikmatan yang besar yang dianugerahkan Allah kepada hambaNya, padanya terdapat kebaikan yang banyak dan kemanfaatan yang luas bagi siapa yang menjaganya dengan baik dan mempergunakannya sebagaimana diharapkan syari’at. Dan padanya pula terdapat kejelekan yang banyak dan bahaya yang besar bagi siapa yang meremehkannya (membiarkannya) lalu digunakannya pada jalan atau tempat yang tidak semestinya.

Padahal Allah Ta’ala menciptakan lisan (lidah) itu agar digunakan untuk dzikrullah (menyebut Asma Allah), membaca Al Quran, menasehati manusia dan mengajak mereka kepada jalan Allah dan ketaatan serta memperkenalkan kepada mereka tentang kewajiban-kewajiban mereka terhadap Allah SWT.Maka jika si hamba mempergunakan lidahnya untuk tujuan tersebut, maka dia tergolong orang yang bersyukur kepada Allah atas nikmat lidah itu sendiri. Tapi jika sebaliknya, digunakan bukan pada jalan kebenaran seperti disebutkan di atas, maka dia adalah orang yang berbuat dholim lagi melampaui batas. Baca lebih lanjut

Berkata Baik Atau Diam

Sebenarnya berbicara itu bukanlah termasuk hal yang diperintahkan Allah, dan bukan pula diam. Tetapi yang diperintahkan adalah berbicara dengan baik dan diam dari kejelekan. Bahkan orang-orang soleh terdahulu memuji-muji diam dari kejelekan ini dan juga diam dari hal-hal yang tidak bermanfaat, sikap demikian mereka pilih demi menekan jiwa dari hawa nafsu yang merusak keimanan dan menghantarkan kepada perbuatan dosa.
Lisan apabila tidak dijaga sangat mudah menghantarkan kepada permusuhan yang notabene adalah dosa. Dari lisan inilah akan menimbulkan pertentangan dan perpecahan pada umat manusia. Oleh sebab itu Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam sangat memperhatikan tentang bahaya lasan ini.
Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaklah ia berkata-kata yang baik atau diam.” (HR Bukhari dan Muslim).

Begitu beratnya menjaga lisan dari perkataan yang sia-sia, sampai-sampai ulama oleh terdahulu menempatkannya lebih tinggi dari beratnya jihad di medan perang. Al-Fudhail bin ‘Iyadh berkata, “Bukan Haji, bukan ketegaran dikala jihad memerangi musuh, bukan pula jihad itu sendiri yang lebih berat dari pada sekedar mengekang lisan. Sehingga seandainya lisanmu banyak membuatmu bersedih maka itu kamu tengah dirundung kesedihan yang mendalam.” Kemudian Fudhail berkata lagi, “Penjara lisan itu adalah penjara orang mukmin. Seandainnya lisanmu itu membuatmu bersedih maka kala itu kamu memang tengah dirundung kesedihan.”
Inilah lisan, penyebab terbanyak manusia terjerumus kedalam neraka. Sebab kemaksiatan dalam ucapan itu sangat berpotensi disusupi unsur-unsur syirik, yang merupakan dosa terbesar menurut Allah Subhanahu wa Ta’ala. Disebutkan dalam hadits Abi Hurairah secara marfu’:
“Kebanyakan yang menyebabkan manusia itu masuk neraka adalah dua lubang: mulut dan kemaluan.” (diriwayatkan Ahmad, Ibnu Majah dan At-Tirmidzy) Baca lebih lanjut