Dialog Allah dengan Iblis tentang Asal Muasal Manusia

evolusi32Bila pada bulan Ramadan ini, ada di antara kita yang wafat, tentunya kita baru menyadari bahwa “semuanya kembali ke tanah”. Selama ini, boleh jadi, kita kurang perhatian terhadap eksistensi tanah. Kalaupun ada perhatian, itu sebatas ketika kita mencari tanah untuk lahan rumah tinggal, tanah untuk keperluan menanam pepohonan atau tanah untuk pengurukan.

Ketahuilah, tanah sebenarnya merupakan “bahan baku dalam penciptaan manusia, baik manusia pertama maupun seluruh manusia termasuk para pembaca yang budiman, yang ada di permukaan bumi ini yang hidup sampai akhir zaman. Penciptaan manusia dari bahan dasar tanah yang di dalamnya terkandung fraksi liat (clay fraction) atau dalam Alquran disebut juga sebagai sari pati tanah atau tanah liat kering. Bagi para ahli tanah atau mereka yang telah mempelajari ilmu tanah akan menyatakan sungguh sangat tepat, tidak ada alasan untuk menyangkalnya kecuali mereka yang tidak memiliki dasar iman

DARI sari pati tanah, lahirlah manusia yang berakal pikiran. Ya, Allah SWT melengkapi manusia dengan otak.

Menurut penemuan terakhir di bidang kedokteran, otak manusia terdiri dari sel-sel saraf atau neuron sebanyak 100.000.000.000. Setiap sel memiliki hubungan atau interaksi/interelasi sebanyak 30.000 kali, sehingga totalitas interaksi/interelasi tersebut sebesar 3 x 10xx kali.

Dengan begitu, manusia memiliki potensi berpikir untuk berkarya yang luar biasa besarnya. Namun, menurut penelitian, pemanfaatan potensi tersebut hanya sedikit yaitu rata-rata di seluruh dunia hanya di bawah 5 persen.

Potensi itu sebenarnya merupakan prasarana yang diharapkan oleh pencipta-Nya dapat membuka tabir rahasia ilmu pengetahuan dan teknologi, baik yang terdapat di lingkungan hidup manusia di bumi maupun yang ada di alam jagat raya. Hal ini, jelas untuk kesejahteraan manusia.

Petunjuk ke arah itu, sesungguhnya sudah terdapat dalam kitab suci Alquran. Pasalnya, Alquran mengandung ayat-ayat yang berkaitan dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di berbagai bidang, terutama pertanian. Contoh, Allah berfirman dalam surat Al Hijr ayat 26, “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang dibentuk” dan seterusnya seperti dalam surat Al Araaf ayat 11 s.d. 17.

Ayat tersebut menerangkan bahwa telah terjadi suatu dialog antara Allah SWT, dengan iblis, tentang bahan dasar kejadian manusia dan mulainya perseteruan manusia dengan iblis, seperti berikut ini, (Ayat 11) “Sesunguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam) lalu kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat, bersujudlah kamu kepada Adam, maka mereka pun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud.” (Ayat 12) Allah berfirman, “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud kepada Adam, di waktu Aku menyuruhmu? Menjawab iblis, “Saya lebih baik daripadanya. Engkau ciptakan saya dari api sedangkan dia (Adam) engkau ciptakan dari tanah”.

(Ayat 13) Allah berfirman, “Turunlah kamu dari surga itu, karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina”. (Ayat 14) Iblis menjawab, “Beri tangguh saya, sampai waktu yang mereka dibangkitkan (kiamat)”. (Ayat 15) Allah berfirman, “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh”. (Ayat 16) Iblis menjawab, “Karena engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus”. (Ayat 17), “Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapat kebanyakan mereka besyukur (ta’at).”

Sejak penciptaan Nabi Adam a.s., dilanjutkan dengan dialog tersebut terus sampai datangnya hari kiamat nanti, iblis/setan akan selalu berseteru memusuhi dan menggoda umat manusia, baik disadari maupun tidak. Tujuannya, agar selalu menentang semua ketentuan dan perintah Allah SWT. Kecuali orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah Swt, serta selalu beramal saleh kepada sesama manusia sampai akhir hayatnya, pasti akan terhindar dari tipu daya iblis/setan itu.

Pada ayat lain, Allah lebih menerangkan bahwa bukan hanya Nabi Adam a.s., tapi semua manusia diciptakan dari bahan dasar tanah, yaitu surat Al An’aam ayat 2.

“Dialah (Allah) yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukan ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ditentukan (untuk berbangkit) yang ada pada sisi-Nya (yang Dia sendirilah mengetahuinya), kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu)”. Dan banyak lagi ayat lain di berbagai surat yang menyebutkan tentang hal itu, seperti Ar A’raaf ayat 58.

Tanah merupakan bagian benda alami yang paling akhir terbentuknya karena sebagai hasil gabungan dari berbagai faktor pembentuk tanah yang bersifat padat, cair, dan udara tanah. Akan tetapi, soal tanah mungkin paling awal dipelajari orang. Oleh sebab itu tanah terdiri dari litosfir atau batuan/bahan induk (parnt material) yang menyediakan mineral-mineral, biosfir atau bahan organik sebagai hasil pelapukan sisa tanaman dan hewan, hidrosfir atau air tanah dan atmosfir atau udara tanah.

Dalam hal ini, bagian padat tanah terdiri dari mineral dan organik, terutama batuan induk/mineral yang dapat didispersikan /dipisahkan menjadi partikel tanah terdiri dari mineral primer dan sekunder.

SEHUBUNGAN adanya fakta-fakta tersebut, kenyataan yang terjadi sekarang ini adalah keharusan untuk tidak meragukan proses penciptaan manusia.

Begitu pentingnya peranan tanah bagi manusia dalam hubugan beribadah kepada sang pencipta-Nya yaitu Al Maidah ayat 6, An Nisaa ayat 43 dan lainnya. Dalam hal ini, tentang peranan tanah pengganti air dalam tayangan dan dalam menyucikan anggota badan karena terkena najis.

Sungguh, bulan Ramadan yang datang setiap tahun, sesungguhnya mengandung makna dalam mengingatkan keterikatan manusia terhadap peranan tanah. Selama siang hari, orang yang saum tidak melakukan makan dan minum sebagai produk dari tanah.

Akibatnya, energi dan kegiatan sehari-hari berkurang. Namun, mereka dapat merasakan orang lain, yang setiap hari tidak dapat melakukan makan dan minum sebagaimana mestinya.

Ketika makan pun, Rasulullaah SAW bersabda tentang perlunya keseimbangan. Ini setidaknya diketahui dari anjuran untuk berhenti makan sebelum kenyang. Secara keilmuan, anjuran ini bermakna perut harus diisi dengan makanan, dan air untuk metabolisme serta udara untuk pernapasan dalam jumlah perbandingan yang seimbang. Semua realita ini, jelas merupakan cerminan bahwa Allah SWT benar-benar berkuasa dan manusia wajib mendayagunakan karunia-Nya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: